Konspirasi, adalah hal yang menyebabkan krisis global pada tahun 2008. Krisis yang bermuasal dari Amerika Serikatini telah menyeret dunia ke dalam krisis ekonomi yang sangat parah. Negeri adidaya dengan sejuta kuasa itu akhirnya jatuh ke dalam resesi yang sangat mengkhawatirkan, hal itu merupakan krisis terparah setelah Great Depression di awal abad ke-20. Sistem keuangan telah remuk, semua karena mereka para eksekutid, praktisi akademik dan organisasi-organisasi keuangan melakukan sebuah konspirasi buruk guna mencari keuntungan diri sendiri. Akibatnya rakyat-rakyat bawah di Amerika Serikat yang merasakan dampaknya. Pengangguran meningkat tajam dalam dekade terakhir. Sangat mengejutkan hal tersebut terjadi pada negara dengan pilar ekonomi yang kokoh seperti Amerika Serikat dengan segala kuasanya.
Awal penyebabnya terjadi ketika industri keuangan Amerika diregulasikan untukperiode deregulasi yang panjang, membuat derivatif menjadi populer dalam industri ini dan mulai menambahkan ketidakstabilan ekonomi negara.
Krisis dimulai dengan hancurnya sistem perkreditan rumah di Amerika Serikat di mana perusahaan properti memberikan kredit rumah rendah kepada masyarakat Hal ini menarik banyak animo masyarakat setempat yang menyebabkan ledakan permintaan kredit perumahan sebelumnya. Banyak orang melakukan kredit perumahan, tingat kredit perumahan naik sangat tajam. Mereka melakukan kredit dengan melakukan pinjaman pada lembaga keuangan/pemberi pinjaman setempat. Karena harga kredit rumah yang begitu murah banyak orang yang mengambil kesempatan itu, bahkan mereka yang tidak mempunyai pekerjaan dan penghasilan tetap dapat pula memanfaatkan kesempatan itu. Mereka mengeluarkan obligasi sampah dengan kemungkinan tidak terbayarnya sangat besar.
Dahulu ketika seseorang ingin melakukan pinjaman maka orang tersebut akan meminjam pada pemberi pinjaman dan pemberi pinjaman akan memberikan uang dengan menanggung risiko kemungkinan tidak terbayar. Hal tersebut adalah sistem yang sederhana. Namun, seiring berkembangannya pemikiran manusia, sistem keuangan yang semula tradisional melayani pertumbuhan ekonomi riil tersebut berubah menjadi sistem keuangan modern yang lebih banyak mengurusi kepentingan para orang-orang tertentu saja. Pada kasus krisis perumahan ini, dengan sistem baru tersebutpara pemberi pinjaman dapat menjual obligasi yang mereka terima kepada bank investasi. Tidak berhenti di situ, bank investasi dengan tujuan mencari keuntungan melakukan modifikasi pada obligasi sampah atau yang kita sebut subprime mortgage tersebut. Bank-bank investasi memaketkan hipotek dengan pinjaman dan utang lain yang merupakan sampah tersebut menjadi obligasi utang terjamin, atau collateralized debt obligation (CDO), yang mereka jual kepada investor. Dalam pelaksanaannya, bank investasi menggaet lembaga pemberi rating untuk melakukan konspirasi agar memberikan penilaian palsu atas CDOyang mereka miliki dengan pemberian rating yang sangat baik, untuk hal itu bank investasi membayarkan sejumlah uang pada lembaga pemberi rating tersebut. CDO yang seharusnya merupakan sesuatu yang sangat membahayakan sekarang menjadi terlihat sebagaisuatu bentuk investasi yang aman dengan manipulasi rating menjadi AAA atau AA yang notabenenya sangat baik. Lalu produk sampah tersebut mereka jual pada investor di seluruh dunia, bisa dikatakan ini merupakan suatu tipuan terselubung yang sangat jahat dan tidak disadari.
Masalah muncul ketika mereka, para pengkredit rumah yang melakukan pinjaman,yang kebanyakan adalah rakyat bawah, yang bahkan sebagian merupakan orang dengan pekerjaan tidak tetap gagal membayarkan pinjaman yang mereka lakukan. Efeknya adalah kepada dunia. Ini terjadi karena CDO tersebut telah dipegang pada banyak investor di seluruh dunia.
Masalah semakin kompleks karena bank investasi dan perusahaan asuransi melakukan pertukaran kredit. Namun, bank investasi tidak mengalami kerugian untuk hal itu. Ini terjadi karena CDO yang mereka miliki telah mereka asuransikan pada lembaga asuransi yang ada. Bank investasi melakukan pembayaran rutin guna pembayaran asuransi tersebut. Apabila CDO mereka hancur maka bank investasi akan menerima uang penggantian, sebalinya perusahaan asuransi akan melakukan pembayaran atas itu. Karena jumlah CDO yang begitu banyaknya, membuat jumlah yang ditanggung oleh perusahaan asurnasi juga sangat besar. Masalah ini ibarat jamur yang tumbuh di musin hujan, menyeret beberapa korporasi dalam kebangkrutan.
Sebelum masalah ini meledak, konspirasi yang terjadi tidak hanya pada mereka para organisasi-organisasi keuangan. Para praktisi akademik pun terlibat dalam hal ini. Mereka yang biasanya memberikan tinjauan dan analisis terhadap ekonomi telah berkonspirasi dengan organisasi-organisasi keuangan yang ada. Sebenarnya mereka mengetahui bahwa CDO bank investasi tersebut merupakan sesuatu yang sangat membahayakan, namun mereka mengatakan bahwa hal tersebut merupakan sesuatu pada taraf yang baik-baik saja. Mereka melakukan semua ini dengan imbalan bayaran, bahkan beberapa di antara mereka diangkat menjadi pemimpin dari organisasi-organisasi keuagan yang telah melakuakan kejahatan keuangan.Semua hal tersebut didasari pada hasrat untuk mencari keuntungan pribadi semata.
Ketika CDO tersebut benar-benar hancur, para investor kehilangan investasi dan uang mereka. Konspirasi ini telah membuat suatu risiko yang sistematis yang sudah tidak dapat ditangani dan membuat bank-bank investasi yang melakukan konspirasi tersebut jatuh bangkrut, ditinggalkan dengan ratusan miliar dolar dalam bentuk pinjaman, CDO dan real estate yang tidak dapat mereka kembalikan kepada investor di seluruh dunia. Perusahaan asuransi yang melakukan pertukaran kreditpun ikut jatuh bangkrut. Hal ini membuat harga pasar saham turun dan hancur. Pengangguran meningkat tajam, banyak orang kehilangan pekerjaan karena perusahaan tempat mereka bekerja bangkrut terkena dampak krisis global. Tapi tidak untuk mereka para eksekutif perusahaan insolven, mereka kabur dengan kekayaan pribadinya atas kejahatan konspirasi tersebut. Hal ini telah membuat suatu efek domino pada dunia. Sampai saat ini reformasi keuangan di Amerika Serikat sendiri masih begitu lemah. Orang-orang terkait kasus konspirasi tersebut beberapa dibiarkan begitu saja, bahkan beberapa di antaranya bergabung dalam pemerintah. Hal ini sungguh merupakan sebuah konspirasi kejahatan keuangan yang sangat nyata. Akankah krisis seperti ini kembali lagi terjadi? Semua dikembalikan pada masyarakat awan, kita dituntut untuk peka dan berani dalam mengutarakan kritikan dalam melawan konsirasi kejahatan.

0 komentar:
Posting Komentar