Selasa, 10 Juni 2014

Perang Suriah dan Kehadiran Barat

0

Akhir-akhir ini marak pemberitaan perang Sunni-Syi’ah di berbagai penjuru dunia, pun termasuk di Madura salah satunya. Sebagai seorang Muslim (Sunni –Ahlussunnah Wal Jama’ah-) memang kita diajarkan untuk memerangi Syia’ah dalam konteks kehidupan beragama. Di beberapa negara Islam (Sunni –misal, KSA, Malaysia, Brunei, dll.),  Syi’ah memang dianggap sebagai aliran sesat karena sejarah atas perlakuannya tehadap sahabat Rasul seperti Abu Bakr dan Umar. Pembahasan mengapa dan bagaimana ini terjadi mungkin bisa dipelajari lagi dalam ilmu agama dan sejarah Islam. Namun, saya berani mengatakan bahwa tidak semua, bahkan hampir sebagian besar Muslim Indonesia (yang pada dasarnya mayoritas berporos Sunni) belum tahu betul apa itu Syi’ah. Mungkin karena bekal agama yang masih kurang diajarkan.

Tapi yang menarik dari kasus perang Sunni-Syi’ah di dunia, salah satunya adalah perang Suriah. Yakni mengenai poros dukungan penyokong kedua kubu yang bertikai. Russia dan negara komunis sealiran (dan negara berhaluan Syi’ah tentunya) yang mendukung rezim pemerintahan Syi’ah Basar Assad, sedangkan mayoritas negara Arab (yang merupakan poros Sunni) yang mendukung oposisi dengan sokongan dari negara Barat.

Ini menarik, hal ini benar-benar membuat saya penasaran. Sebab, Barat (yang notabene dianggap Dajjal oleh umat Islam) mendukung negara-negara Arab untuk memerangi rezim Syi’ah Assad. Mengapa? Saya pun keheranan akan hal ini. Coba kita flashback ke masa lalu tentang intervensi AS pada Irak. Dunia tahu bahwa mayoritas penduduk Irak adalah Syi’ah, sedangkan kala itu Irak dipimpin oleh Saddam Husein yang merupakan seorang Sunni. Saddam saat itu memimpin bagai tirani bagi kaum Syi’ah karena tak segan memenggal kepala para Syi’ah yang dianggap sebagai musuh Islam. Namun, tindakan Saddam tersebut dianggap sebagai kejahatan genosida oleh AS, hingga AS perlu mengintervensinya. Telah kita ketahui sendiri apa jadinya setelah itu. Namun, kali ini, saat di Suriah diisukan terjadi perang saudara antara Sunni-Syi’ah, AS dan Barat justru tidak membela Syi’ah. Justru AS mengecam aksi rezim pemerintah Assad atas nama kedamaian dunia dan kejahatan perang.

Jadi sebenarnya apa yang terjadi? Apa motif dibalik tindakan AS? Sedangkan sejak dahulu hinggi kini, kita, umat Islam di seluruh dunia, masih menganggap AS dan Barat adalah Dajjal  yang akan menghancurkan peradaban Islam. Lalu mengapa seolah di balik Perang Suriah mereka menampakkan diri sebagai mitra berjuang? Mengapa? Apakah mereka benar-benar ingin menyelamatkan dunia? Wallahu’alam...

0 komentar:

Posting Komentar