Akhir-akhir ini marak pemberitaan perang Sunni-Syi’ah di
berbagai penjuru dunia, pun termasuk di Madura salah satunya. Sebagai seorang
Muslim (Sunni –Ahlussunnah Wal Jama’ah-) memang kita diajarkan untuk memerangi
Syia’ah dalam konteks kehidupan beragama. Di beberapa negara Islam (Sunni
–misal, KSA, Malaysia, Brunei, dll.), Syi’ah memang dianggap sebagai aliran sesat karena sejarah atas perlakuannya
tehadap sahabat Rasul seperti Abu Bakr dan Umar. Pembahasan mengapa dan
bagaimana ini terjadi mungkin bisa dipelajari lagi dalam ilmu agama dan sejarah
Islam. Namun, saya berani mengatakan bahwa tidak semua, bahkan hampir sebagian
besar Muslim Indonesia (yang pada dasarnya mayoritas berporos Sunni) belum tahu betul
apa itu Syi’ah. Mungkin karena bekal agama yang masih kurang diajarkan.
Tapi yang menarik dari kasus perang Sunni-Syi’ah di dunia, salah
satunya adalah perang Suriah. Yakni mengenai poros dukungan penyokong
kedua kubu yang bertikai. Russia dan negara komunis sealiran (dan negara berhaluan Syi’ah
tentunya) yang mendukung rezim pemerintahan Syi’ah Basar Assad, sedangkan mayoritas
negara Arab (yang merupakan poros Sunni) yang mendukung oposisi dengan sokongan dari
negara Barat.
Ini menarik, hal ini benar-benar membuat saya penasaran.
Sebab, Barat (yang notabene dianggap Dajjal oleh umat Islam) mendukung
negara-negara Arab untuk memerangi rezim Syi’ah Assad. Mengapa? Saya pun
keheranan akan hal ini. Coba kita flashback ke masa lalu tentang
intervensi AS pada Irak. Dunia tahu bahwa mayoritas penduduk Irak adalah Syi’ah,
sedangkan kala itu Irak dipimpin oleh Saddam Husein yang merupakan seorang
Sunni. Saddam saat itu memimpin bagai tirani bagi kaum Syi’ah karena tak segan
memenggal kepala para Syi’ah yang dianggap sebagai musuh Islam. Namun, tindakan
Saddam tersebut dianggap sebagai kejahatan genosida oleh AS, hingga AS perlu
mengintervensinya. Telah kita ketahui sendiri apa jadinya setelah itu. Namun, kali
ini, saat di Suriah diisukan terjadi perang saudara antara Sunni-Syi’ah, AS dan
Barat justru tidak membela Syi’ah. Justru AS mengecam aksi rezim pemerintah Assad atas nama kedamaian dunia dan kejahatan perang.
Jadi sebenarnya apa yang terjadi? Apa motif dibalik tindakan
AS? Sedangkan sejak dahulu hinggi kini, kita, umat Islam di seluruh dunia,
masih menganggap AS dan Barat adalah Dajjal
yang akan menghancurkan peradaban Islam. Lalu mengapa seolah di balik
Perang Suriah mereka menampakkan diri sebagai mitra berjuang? Mengapa? Apakah mereka
benar-benar ingin menyelamatkan dunia? Wallahu’alam...

0 komentar:
Posting Komentar